//
you're reading...
Mahasiswa

Kontribusi sebagai Penerus Bangsa

Setiap insan pasti memilki cita-cita, ada yang menyikapi dengan penuh rasa optimis atau bahkan dengan dengan rasa pesimis, ada yang tidak terlalu peduli ada pula yang serius dengan impian yang ingin dicapainya. Sikap dan perasaan terhadap impian masing-masing inilah yang membedakan seseorang dengan yang lainnya, tentang cara pandangannya terhadap kehidupan, arti dan tujuan hidupnya. Semakin ia menghargai arti serta tujuan hidupnya, semakin berharga pulalah hidupnya.

Tentu saja  menghargai arti serta tujuan hidup itu bukan melalui kalimat-kalimat atau ungkapan yang tersusun indah, rapi dan menarik, namun sungguh diwujudnyatakan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan menghargai kehidupan bukanlah suatu sikap sementara atau disaat tertentu saja, namun merupakan hal dasar bagi kita dalam menjalani hidup, baik dalam beraktifitas maupun bersosialisasi dalam lingkungan kita. Hal ini juga yang mendasari kita dalam berkontribusi bagi lingkungan secara langsung, yang dalam jangka panjang juga merupakan kontribusi bagi Bangsa ini. Hal-hal mendasar inilah yang terkadang kita lupakan sebagai anak Bangsa.

Yang menjadi pertanyaan besar bagi kita sebagai calon penerus Bangsa, adalah apa tujuan hidup kita dan apa wujud nyata atau kontribusi daripadanya?

Mahasiswa di era-globalisasi ini memang semakin kritis, begitu juga dengan setiap tindakan dan perilaku para mahasiswa. Banyak demonstrasi terjadi, mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi turun ke jalan menuntut pemerintah atas ketidakadilan atau hal menyakitkan lain yang telah mereka rasakan. Budaya ini berlangsung turun-temurun dan dampak terbesar dirasakan di Indonesia pada pertengahan tahun 1998. Dimana aksi yang lebih tepat disebut kerusuhan itu mengakibatkan perubahan besar terjadi pada Bangsa ini, baik di bidang pemerintahan, kebebasan pers, Hak Asasi Manusia (HAM), terutama perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Namun yang menjadi permasalahan saat ini, apakah dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut sudah sesuai dengan tujuan kita, atau sudakah kontribusi yang diberikan para pelaku aksi demonstrasi Mei 1998 tepat.

Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), angka kemiskinan tahun 2009 mencapai 33,7 juta orang. Itu pun hanya yang terdata. Pembangunan di Negara inipun tergolong tidak merata, begitu juga dengan program pemerataan pendapatan yang belum efisien dan kesenjangan sosial yang tergolong tinggi.

Dari semua permasalahan tersebut, dibutuhkan insan-insan pemimpin yang berkualitas dan berkompeten, memiliki integritas yang tinggi, berkomitmen dan menghargai tujuan hidup serta kontribusinya bagi bangsa ini. Sehingga dapat menakhodai Negara ini menuju arah yang jelas, mencapai tujuan bukan mencapai angka. Inilah yang harus dipahami oleh setiap mahasiswa, bahkan setiap insan dalam mewujudnyatakan kontribusinya. Bahwa kontribusi kita, harus dilakukan dengan cara kita, bukan mengikuti pandangan atau doktrin orang lain sebagai acuan mutlak. Sebab kita memiliki tujuan dan tujuan tersebut hanya akan terdefinisi secara jelas dalam diri kita.

Menurut saya, tidak harus berdemonstrasi atau turun kejalan untuk menunjukkan kontribusi sebagai seorang mahasiswa. Namun mempersiapkan diri untuk lebih berkompeten dan berintegrasi dalam rangka regenerasi pemimpin bangsa, adalah hal yang tidak kalah penting.

Bila banyak sahabat kita yang turun ke jalan dan memaksa mundur seorang pimpinan Bangsa ini, akan muncul pertanyaan baru atas siapa yang akan menggantikannya. Maka kita harus siap menjawab dengan lantang bahwa, “kami telah siap menjadi penerus Bangsa, kami siap menggantikannya, kami siap membawa Bangsa ini menuju cita-citanya”. Itulah kontribusi nyata anda dan saya, seluruh anak Bangsa, penerus cita Indonesia.

About Michael Simbolon

Mahasiswa DIII-Kebendaharaan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Diskusi

One thought on “Kontribusi sebagai Penerus Bangsa

  1. “kami telah siap menjadi penerus Bangsa, kami siap menggantikannya, kami siap membawa Bangsa ini menuju cita-citanya”
    Sebuah kalimat yang bijak, sudah saatnya rekan-rekan mahasiswa berfikir jernih, jangan hanya mengepankan fikiran emosi sesaat. Salah satu tokoh Pendidikan di jogja pernah mengutarakan mahasiswa jaman sekarang banyak yang “GATOTKOCO” ( Gagal total kokean cocot) maaf apabila bahasanya terlalu kasar “kokean cocot” adalah ungkapan bahasa jawa yang apabila diterjemahkan dalam bahasa nasional berarti “kebanyakan bicara”. Beliau mengeluarkat statmen ini karena prihatin melihat mahasiswa yang saat ini sering demontrasi, padahal mereka kaum terdididk. Seharusnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa lebih mengedepankan belajar menuntut ilmu yang akan lebih bermanfaat di hari esok, jangan hanya demo-demo dan demo yang tanpa ada pemecahan solusi terhadap apa yang menjadi tuntutan.

    Posted by Ady Rustam Efendi | 25 Oktober 2011, 21:50

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspirasi Bagi Sahabat-Sahabatku

"Memperkaya diri sendiri itu hal biasa, namun memperkaya bangsa ini dengan segenap jiwa dan talenta... itu baru luar biasa" by: Michael Angelo :)

"Ada orang yang dibenci karena sering mncari-cari kesalahan org,, tapi menjadikannya sahabat yang tak lagi mencela kita dan org lain, membuatq selangkah lebih dewasa... (Cela lah dirimu, karena tak ada kesempurnaan dari pada mu... dan kasihilah sesamamu karena merekahlah yang menyempurnakan dirimu...),, By:Michael Angelo.."

"Cerca dan cela adalah motivator hidup... dan kegagalan adalah alasan untuk berhasil... Keberhasilan tidaklah berhenti hanya dalam alam rencana,,, ia harus nyata diperjuangkan, oleh tekad cita-citamu... (By: Michael Angelo,, hehe:P)"

"Jangan melihat orang lain dari sudut pandangmu,, tapi lihat lah dari sudut pandang mereka,, sehingga pikiran mu tidak teracuni oleh keegoisan dan mulut ini tidak mencerca,,(mereka tidak akan berarti jika mereka sama denganku, sesungguhnya mereka berarti karena ada perbedaan diantara kami untuk saling melengkapi)"

"Bila kau merasa belum mendapatkan yang terbaik,
maka jadikanlah segala yang kau miliki jadi yang terbaik...
bagimu dan bagi orang lain...
"Sahabat Terbaik" menjadikan sahabat-sahabatnya menjadi yang terbaik^_^"
By: Michael Angelo

"Bila kau percaya padaku, tak perlu aq menjelaskan,,
dan bila kau tak percaya padaku, percuma aq menjelaskan,,
kepercayaan adalah tali persahabatan,, ketulusan adalah pemanisnya...:)"

Juli 2010
S S R K J S M
    Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: