//
you're reading...
Keuangan Negara

Hubungan Perusahaan Negara dengan Keuangan Negara

1. DASAR HUKUM
a. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003
b. Undang-Undang No. 19 Tahun 2003
c. Nota keuangan APBN 2010
2. PERUSAHAAN NEGARA
2.1 PENGERTIAN
Pengertian Perusahaan Negara (PN) atau yang sekarang dikenal dengan BadanUsaha Milik Negara (BUMN), dapat dilihat dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yang menyebutkan bahwa,
“BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.”
2. 2 PENGGOLONGAN
Perusahaan Negara lebih dikenal dengan istilah BUMN, BUMD atau PN. Jumlah BUMN selama periode 2005-2008 terus mengalami perubahan, baik dari sisi bentuk perusahaan, maupun kelompok sektor usaha. Dari sisi bentuk perusahaan, BUMN dapat diklasifikasikan menjadi 3 bentuk, yaitu :
a. perusahaan umum (perum)
b. perusahaan perseroan (persero)
c. perseroan terbatas (persero Tbk)
Dari sisi kelompok sektor usaha, BUMN dapat diklasifikasikan menjadi 35 sektor usaha yang tersebar kedalam 5 kelompok, yaitu:
a.  jasa keuangan dan perbankan
b.  jasa lainnya
c.  bidang usaha logistik dan pariwisata
d.  agro industri, pertanian, kehutanan, kertas, percetakan, dan penerbitan
e.  pertambangan, telekomunikasi, energi, dan industri strategis
3. HUBUNGAN PERUSAHAAN NEGARA DENGAN KEUANGAN NEGARA
Dalam perkembangannya, BUMN saat ini memegang 5 peranan sebagaimana diamanahkan dalam pasal 2 UU Nomor 19 tahun 2003, yakni :
memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya
b.  mengejar keuntungan;
c.  menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak;
d.  menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
e.  turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

Kontribusi BUMN terhadap Keuangan Negara
BUMN memberikan kontribusi kepada APBN, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kontribusi langsung BUMN berupa penerimaan negara yang bersumber dari pendapatan pajak, setoran dividen dan privatisasi, serta berupa belanja negara melalui kompensasi public service obligation PSO/subsidi.
Sedangkan kontribusi tidak langsung BUMN berupa multiplier effect bagi perkembangan perekonomian nasional.
BUMN memiliki peranan yang cukup signifikan dalam APBN, sebagaimana ditunjukkan dengan terus meningkatnya kontribusi BUMN terhadap APBN. Kontribusi tersebut antara lain terdiri dari :
pembayaran pajak
penerimaan privatisasi
dividen.
Selama periode 2005-2008, kontribusi BUMN tumbuh rata-rata sebesar 35,0 persen, dan memiiliki rata-rata kontribusi sebesar Rp92,9 triliun per tahun. Dari jumlah tersebut, porsi sebesar
–         75,3    persen berasal dari pajak BUMN
–         1,5      persen berasal dari penerimaan privatisasi
–         23,3    persen berasal dari dividen.
Pajak  BUMN
Terus meningkatnya jumlah perolehan laba BUMN dari tahun ke tahun menyebabkan kontribusi pajak BUMN menjadi sangat besar. Pajak BUMN selama kurun waktu 2005-2008 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar Rp20,2 triliun (35,5 persen) per tahun. Pajak yang dibayar oleh BUMN terdiri dari :
– pajak penghasilan (PPh) BUMN
– pajak lainnya
Dalam periode tersebut, rata-rata pertumbuhan PPh BUMN mencapai 35,0 persen dan pertumbuhan pajak lainnya sebesar 35,9 persen.
Penerimaan Privatisasi
Privatisasi adalah penjualan saham persero , baik sebagian maupun seluruhnya baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan , memperbesar manfaat bagi negara dan dan masyarakat serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat.
Pemerintah Pusat dapat melakukan penjualan/privatisasi perusahaan negara dengan persetujuan DPR. Meskipun pada tahun 2005 dan 2008 tidak terdapat BUMN yang diprivatisasi, penerimaan dari privatisasi BUMN masih memberikan kontribusi ratarata sebesar Rp1,4 triliun per tahun.
Dividen
Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
Dalam kurun waktu 2005-2008 dividen BUMN terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar Rp5,4 triliun atau 35,1 persen per tahun. Penerimaan tertinggi dicapai pada tahun 2008  yaitu sebesar Rp29,1 triliun atau 9,1 persen terhadap total PNBP dengan komposisi sektor perbankan sebesar Rp4,5 triliun (15,5 persen) dan sektor nonperbankan sebesar Rp24,6 triliun (84,5 persen).
Dalam tahun 2009 dividen BUMN diperkirakan sebesar Rp28,6 triliun, yang terdiri dari dividen BUMN perbankan sebesar Rp2,6 triliun (9,1 persen) dan BUMN nonperbankan sebesar Rp26,0 triliun (90,9 persen).
Kontribusi Keuangan Negara Terhadap BUMN
Keuangan Negara merupakan sumber penyertaan modal terbesar bagi BUMN, Pemerintah dapat memberikan pinjaman/hibah/penyertaan modal kepada perusahaan  negara/BUMN  dengan terlebih dahulu ditetapkan dalam APBN/APBD, sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagai hukum positif yang mengatur BUMN, secara tegas dalam Pasal 4 menyatakan bahwa kekayaan negara yang dijadikan penyertaan modal negara pada BUMN merupakan kekayaan negara yang dipisahkan.
Selanjutnya dalam Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tersebut juga ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan “dipisahkan” adalah pemisahan kekayaan negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk dijadikan penyertaan modal negara pada BUMN untuk selanjutnya pembinaan dan pengelolaannya tidak lagi didasarkan pada sistem APBN, namun pembinaan dan pengelolaannya didasarkan pada prinsip-prinsip perusahaan yang sehat. Dalam PP.41 Tahun 2003 Tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Ment.Keu.pada Persero, Perum dan Perjan Kepada Meneg BUMN, pengelolaannya BUMN dipertanggungjawabkan pada Menteri Negara BUMN, dan pengawasan terhadap BUMN dilakukan oleh Menteri Keuangan.

About Michael Simbolon

Mahasiswa DIII-Kebendaharaan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspirasi Bagi Sahabat-Sahabatku

"Memperkaya diri sendiri itu hal biasa, namun memperkaya bangsa ini dengan segenap jiwa dan talenta... itu baru luar biasa" by: Michael Angelo :)

"Ada orang yang dibenci karena sering mncari-cari kesalahan org,, tapi menjadikannya sahabat yang tak lagi mencela kita dan org lain, membuatq selangkah lebih dewasa... (Cela lah dirimu, karena tak ada kesempurnaan dari pada mu... dan kasihilah sesamamu karena merekahlah yang menyempurnakan dirimu...),, By:Michael Angelo.."

"Cerca dan cela adalah motivator hidup... dan kegagalan adalah alasan untuk berhasil... Keberhasilan tidaklah berhenti hanya dalam alam rencana,,, ia harus nyata diperjuangkan, oleh tekad cita-citamu... (By: Michael Angelo,, hehe:P)"

"Jangan melihat orang lain dari sudut pandangmu,, tapi lihat lah dari sudut pandang mereka,, sehingga pikiran mu tidak teracuni oleh keegoisan dan mulut ini tidak mencerca,,(mereka tidak akan berarti jika mereka sama denganku, sesungguhnya mereka berarti karena ada perbedaan diantara kami untuk saling melengkapi)"

"Bila kau merasa belum mendapatkan yang terbaik,
maka jadikanlah segala yang kau miliki jadi yang terbaik...
bagimu dan bagi orang lain...
"Sahabat Terbaik" menjadikan sahabat-sahabatnya menjadi yang terbaik^_^"
By: Michael Angelo

"Bila kau percaya padaku, tak perlu aq menjelaskan,,
dan bila kau tak percaya padaku, percuma aq menjelaskan,,
kepercayaan adalah tali persahabatan,, ketulusan adalah pemanisnya...:)"

Juli 2010
S S R K J S M
    Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: